Infeksi jamur hitam (Mucormycosis) yang saat ini sedang menjadi wabah baru di India sebenarnya merupakan penyakit yang tersebar secara global. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), pengawasan laboratorium di San Francisco Bay Area antara 1992 hingga 1993 menunjukkan jumlah kasus infeksi ini secara tahunan hanya mencapai 1,7 kasus per satu juta orang di AS. Namun, penyakit ini tampaknya lebih umum terjadi di India.

Sebuah studi yang dilakukan ahli mikrobiologi India dan diterbitkan di jurnal Microorganism pada Maret lalu menunjukkan jamur hitam 70 kali lebih umum ditemukan di India dibandingkan pada data global. Dikutip dari laman CNN, Senin (24/5/2021), ada beberapa kemungkinan yang menjadi alasan mengapa peningkatan kasus infeksi jamur hitam ini ditemukan pada penderita diabetes yang tidak terkontrol di India. Bahkan banyak pasien yang diteliti tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya tengah menderita diabetes, hingga akhirnya mereka mengetahui terkena diabetes setelah didiagnosis terinfeksi jamur hitam.

"Ini menunjukkan kurangnya pemeriksaan kesehatan secara rutin pada populasi India," kata penelitian tersebut. Angka kematian akibat jamur Mucormycetes di India juga sangat tinggi, karena adanya keterlambatan dalam mendiagnosis penyakit dan tantangan dalam mengelola infeksi stadium lanjut. Sementara itu, Dokter Konsultan sekaligus Spesialis Kardiometabolik di Breach Candy Hospital Mumbai, Dr Hemant Thacker mengatakan iklim suatu negara juga menjadi faktor pemicu tumbuhnya jamur tersebut.

"Jamur ini bisa tumbuh di tepi roti yang disimpan di suhu ruangan, bisa tumbuh di mana saja dalam bentuk jamur, tapi di negara tropis dengan adanya kelembaban, cenderung jadi membusuk. Wabah ini juga bisa jadi karena kita sedang memasuki musim panas dan suhu menjadi lembab, semua orang tahu bahwa infeksi jamur berkembang biak pada iklim seperti ini," kata Thacker.