Berikut ini manfaat dan efek samping daun salam bagi kesehatan.

Daun salam tentu bukanlah tanaman yang asing di telinga.

Tanaman ini bisa digunakan untuk campuran dalam masakan.

Selain itu, daun salam juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Dikutip dari organicfacts, berikut ini sejumlah manfaat daun salam bagi kesehatan:

1. Meningkatkan Pencernaan

Daun salam telah digunakan secara tradisional untuk meredakan gejala gangguan pencernaan dan penyakit terkait perut lainnya.

Menurut laporan tahun 2019 yang diterbitkan dalam Medicinal Plants of South Asia Journal, daun salam tidak hanya menambah rasa yang enak pada makanan, tetapi juga membantu meredakan sakit perut, infeksi saluran cerna, perut kembung, kembung, sembelit, dan diare.

Daun salam juga digunakan sebagai diuretik.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan dengan fokus pada efek daun salam untuk benar-benar membuktikan kemanjurannya pada pencernaan.

2. Meringankan Pernapasan

Daun salam memiliki sifat antibakteri yang kuat sesuai penelitian yang diterbitkan dalam Biological and Pharmaceutical Bulletin.

Minyak atsiri daun salam diekstraksi, dapat dicampur menjadi salep dan dioleskan ke dada untuk membantu meringankan berbagai kondisi pernapasan.

Bisa juga dengan menggunakan daunnya kemudian oleskan di dada dan biarkan semalaman.

Selain itu, menghirup uapnya memiliki efek yang mirip dengan aromaterapi dan dapat mengendurkan dahak serta menghilangkan bakteri berbahaya yang mungkin terperangkap di saluran pernapasan, berkat kualitas antibakteri alaminya.

Namun, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan spesialis kesehatan sebelum mencoba obat ini di rumah.

3. Meningkatkan Kesehatan Rambut

Bukti anekdotal menunjukkan bahwa daun salam dapat bekerja sangat baik untuk mengobati ketombe dan mengurangi masalah rambut rontok.

Jika Anda ingin meningkatkan kesehatan folikel rambut dan menghilangkan ketombe, bisa dengan merendam daun salam dalam air dan kemudian menggosokkannya pada kulit kepala setelah keramas.

Bahan kimia dan bahan yang mudah menguap di dalamnya dapat membantu menghilangkan kulit kering dan ketombe.

4. Anti-inflamasi

Salah satu manfaat terpenting dari daun salam adalah kemampuannya untuk mengurangi peradangan di seluruh tubuh.

Hal ini dikonfirmasi oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal penelitian Phytotherapy.

Daun salam mengandung fitonutrien unik, yang disebut parthenolide, yang dapat dengan cepat mengurangi peradangan dan iritasi ketika dioleskan ke area yang terkena, seperti nyeri sendi atau area yang terkena arthritis.

Efek ini juga dapat dicapai melalui konsumsi normal bumbu daun salam.

5. Lindungi Kesehatan Jantung

Asam caffeic dan rutin keduanya merupakan senyawa organik penting, ditemukan dalam daun salam, yang meningkatkan kesehatan jantung kita.

Rutin memperkuat dinding kapiler di jantung dan ekstremitas tubuh, sementara asam caffeic dapat membantu menghilangkan LDL atau kolesterol jahat dari sistem kardiovaskular .

6. Mengurangi Rasa Cemas dan Stres

Linalool sering dikaitkan dengan thyme dan basil , tetapi juga hadir dalam daun salam.

Senyawa ini dapat membantu menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh, terutama bila digunakan dalam aromaterapi.

Kelebihan hormon stres bisa berbahaya bagi kesehatan jangka panjang, sehingga daun salam dapat membantu Anda tenang dan tetap rileks bahkan di saat-saat kecemasan tinggi.

7. Mengatasi Diabetes

Penelitian menunjukkan bahwa daun salam telah dikaitkan dengan peningkatan fungsi reseptor insulin dan mengatur kadar gula darah.

Untuk pasien yang berisiko terkena diabetes atau bagi mereka yang telah mengembangkan kondisi tersebut, konsumsi daun salam secara teratur dapat secara signifikan menurunkan kemungkinan diabetes.

Lantas, apa efek samping daun salam?

Dikutip dari WebMD, daun salam akan aman bila dikonsumsi dalam bentuk minyak atau sudah digiling.

Daun salam yang sudah digiling aman untuk dijadikan obat jangka pendek.

Jika Anda memasak daun salam utuh maka perlu membuangnya sebelum mengonsumsi makanannya.

Mengonsumsi daun salam secara utuh tidak aman bagi tubuh.

Daun salam utuh yang masuk ke mulut tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga tetap utuh saat melewati sistem pencernaan.

Ini berarti bisa tersangkut di tenggorokan atau menembus lapisan usus .