Minyak zaitun terbukti memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.

Selain bisa untuk mencegah penyakit jantung, rupanya minyak zaitun juga berfungsi untuk mengatasi sembelit atau susah buang air besar (BAB).

Berbagai zat yang terkadung di dalam minyak zaitun ternyata efektif untuk melancarkan saluran pencernaan yang terhambat.

Hal ini dibenarkan juga oleh Farmakolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr Setyo Sri Rahardjo dr MKes.

Menurut Dr Setyo, kandungan yang terdapat di dalam minyak zaitun bisa berfungsi untuk mengatasi sembelit.

“Bisa untuk mengatasi sembelit atau kesulitan BAB dengan minum minyak zaitun.”

“Supaya (feses) di ginjal lebih lunak, sehingga mudah dikeluarkan,” kata Dr Setyo, saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (28/6/2021).

Dr Setyo menambahkan, masyarakat bisa meminum langsung minyak zaitun sehari satu kali sekitar 15 cc atau satu sendok teh.

Selain itu, masyarakat juga bisa mencampurkannya dengan buah-buahan atau salad.

“Bisa juga dicampur dengan serat dari buah-buahan,” ujarnya.

Dr Setyo menjelaskan, satu di antara kandungan minyak zaitun adalah asam lemak tak jenuh tunggal atau lemak sehat.

Selain itu, minyak zaitun juga mengandung antioksidan tinggi.

Kandungan tersebut bisa membantu meningkatkan gerakan usus dan menenangkan perut.

Studi pada Journal of Renal Nutrition pada 2015 membuktikan minyak zaitun bisa mengatasi sembelit.

Hal itu setelah dilakukan penelitian kepada 50 pasien yang melakukan cuci darah dan mengalami sembelit.

Mereka diminta untuk minum oil mineral, minyak zaitun, dan minyak biji rami dengan dosis 4 mL per hari.

Hasilnya, menunjukkan penggunaan ketiganya berhasil mengatasi sembelit pada pasien yang menjalani cuci darah.

Pengertian Minyak Zaitun

Di sisi lain, Dr Setyo juga menjelaskan pengertian dan kegunaan dari minyak zaitun bagi kesehatan.

Menurutnya, minyak zaitun adalah minyak alami dari buah zaitun.

Buah zaitun adalah buah yang berasal dari kawasan Mediterania seperti Turki, Spanyol dan Portugal.

“Minyak zaitun itu orang sering menyebut olive oil, minyak alami dari buah zaitun,” kata Dr Setyo.

Secara fisik, Dr Setyo menyebut buah zaitun berbentuk bulat kecil dan berwarna hijau muda.

Sementara, minyak zaitun didapat setelah buah zaitun melewati proses ekstrasi.

“Untuk menjadi minyak perlu proses ekstrasi, nanti kandungan di dalamnya itu banyak mengandung zat-zat yang bermanfaat,” katanya.

Dari proses ekstrasi, Dr Setyo menyebut minyak zaitun terbagi menjadi tiga varian.

Pertama varian ekstra virgin olive oil, kedua varian virgin olive oil dan ketiga varian olive oil.

Dari ketiga varian itu, ia menyebut kandungan yang didapat dari ekstra virgin olive oil paling banyak.

“Paling bagus itu yang ekstra virgin, zat-zat yang di kandungnya itu masih cukup tinggi,” jelasnya.